Awal tahun 2013 sepertinya akan menjadi “Hari Besar”
bagi semua guru di Indonesia. Pasalnya, mulai 1 Januari 2013, dunia pendidikan, khususnya sekolah, akan memberlakukan sebuah sistem baru, yakni Penilaian Kinerja Guru (PKG). Penilaian ini sudah diatur dalam Permendiknas No. 35 tahun 2010 tentan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi latar belakang diberlakukannya PKG ini?
Dalam dunia pendidikan,
khususnya sekolah, guru merupakan elemen
paling penting. Mengapa? Semua hal yang berkaitan dengan pendidikan, mulai dari
kurikulum pendidikan, biaya pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, serta
hal lain yang berkaitan dengan dunia pendidikan akan menjadi tidak berarti jika
interaksi guru dan peserta didik tidak berjalan dengan baik. Bagaimanapun juga,
interaksi yang baik antara guru dan peserta didik ini merupakan esensi dari
sebuah pembelajaran.
Tugas dan peran guru dalam mentranformasikan segala input
pendidikan sangatlah vital. Bahkan, saking vitalnya tugas dan peran guru ini
membuat banyak kalangan, terutama pakar pendidikan yang menilai bahwa perubahan
kualitas pendidikan hanya akan tercapai jika kualitas gurunya ditingkatkan.
Namun sayang, saat ini masih sangat sulit untuk mengetahui realita tentang
seberapa berkualitasnya seorang guru.
Jangankan mengetahui kualitas seorang guru secara pasti, untuk
mendapatkan data real terkait performa guru di hadapan peserta didik pun
tidaklah mudah. Bahkan, seorang kepala sekolah dan pengawas yang notebene kerap
melakukan penilaian tidak pernah mendapatkan hasil yang akurat. Ini terjadi karena
dalam kultur budaya Indonesia, kinerja guru ini masih sangat tertutup.
Contoh kasus, ketika seorang kepala sekolah atau pengawas hendak
melakukan penilaian terhadap seorang guru, biasanya guru tersebut akan
menampilkan performa terbaiknya di hadapan peserta didik. Semua persiapan
terkait instrumen dan pelaksanaan pembelajaran akan dipersiapkan dengan
maksimal. Selesai pengawasan, mungkin guru tersebut akan kembali memperlihatkan
performa yang biasa-biasa saja. Bahkan, tak jarang guru melaksanakan proses
pembelajaran dengan tanpa persiapan dan antusiasme yang maksimal.
Melihat dari latar belakang yang sudah diuraikan tadi, dapat
ditarik sebuah simpulan bahwa PKG merupakan sebuah hal yang benar-benar harus
diperhatikan dengan serius. Bahkan, bisa dibilang PKG ini sudah menjadi sebuah
keharusan yang tidak boleh ditunda-tunda oleh kepala sekolah atau pengawas
pendidikan. Penilaian ini merupakan salah satu kompetensi yang benar-benar
harus dikuasai pengawas pendidikan, khususnya sekolah, karena PKG merupakan
bagian dari kompetensi evaluasi pendidikan. Lalu, apa saja yang harus dikuasai
pengawas agar bisa melakukan PKG?
Seorang pengawas tentunya tidak boleh gegabah dalam memberikan
PKG ini. Terdapat beberapa kemampuan yang harus dikuasai pengawas agar dapat memberikan
PKG dengan tepat. Adapun kemampuan tersebut meliputi hal-hal berikut.
1.
Memahami lingkup variable yang akan dinilai, terutama terkait
penguasaan kompetensi professional guru.
2.
Mempunyai susunan instrumen atau standar penilaian guru.
3.
Memiliki data akurat beserta hasil analisisnya terkait performa
guru dalam proses pembelajaran.
4.
Membuat penilaian akhir atau sebuah simpulan tentang kinerja
guru yang diawasinya.
Sebagian kalangan ada yang menganggap PKG ini merupakan sebuah
bentuk sangsi terhadap kemampuan guru, terutama yang sudah memiliki sertifikat
profesi. Padahal, anggapan tersebut tidaklah benar. PKG dilakukan untuk
meningkatkan kemampuan penguasaan kompetensi guru dan mengembangkan kinerja
keprofesiannya. Selain itu, hasil dari PKG ini pun diperlukan untuk kenaikan
pangkat dan golongan guru yang bersangkutan.
Dengan demikian, guru tidak perlu khawatir apalagi takut dengan
adanya pemberlakukan sistem PKG ini. Toh, pengawasan terhadap kinerja guru
bukanlah hal yang asing mengingat hal ini sudah sering dilakukan oleh kepala
sekolah dan pengawas sekolah. Sekalipun hasil penilaian yang didapat masih
kurang, para guru tidak lantas akan dikeluarkan dari sekolah. Guru-guru yang
ternyata mendapat hasil penilaian kurang, justru akan diikutsertakan diklat
atau pelatihan guna mengembangkan kemampuannya.
Instrumen Penilaian Kinerja Guru
Instrumen tentang PKG ini telah dibuatkan buku khusus yang
dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (Kemendibud, 2012)
Dalam buku itu, Anda bukan hanya akan mendapatkan istrumen PKG,
tapi masih banyak hal lainnya yang berkaitan dengan sistem PKG ini, seperti
data penilaian, landasan PKG, tahapan dan pengendalian PKG, dan kisi-kisi PKG.
Selain itu, Anda juga akan mendapatkan gambaran tentang peta kompetensi, rubric
PKG, serta contoh perhitungan angka kredit penilaian kinerja yang diperoleh
setiap tahunnya.
Nah, itulah pembahasan seputar PKG yang akan mulai dilaksanakan
pada awal tahun 2013, tepatnya 1 Januari 2013. Semoga dengan adanya
pemberlakuan sistem PKG ini, kinerja semua guru dapat semakin meningkat.
The Emperor Casino Review - Shot Craps - Shootercasino
BalasHapusThe Emperor Casino offers a great collection 1xbet of gaming machines for sale on any budget. This casino also 제왕카지노 includes a casino card febcasino store, a free mobile